Pribadi berdzikir, dzikir menjadi kepribadiaanya
ALLAH tujuannya, Rasulullah SAW teladan dalam hidupnya
Dunia inipun menjadi surga sebelum surga sebenarnya
Bumi menjadi masjid baginya
Rumah, kantor, hotel sekalipun menjadi mushola baginya
Tempat ia berpijak, meja kerja, kamar tidur, hamparan sajadah baginya
Kalau dia bicara, bicaranya dakwah
Kalau dia berdiam, diamnya dzikir
Nafasnya tasbih
Matanya penuh rahmat ALLAH penuh kasih sayang
Telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tidak sinis, tidak pesimis, tidak suka memvonis
Hatinya Subhanallah diam-diam berdo'a, do'anya diam dia
Tangannya bersedekah
Kakinya berjihad dia tidak mau melangkah sia-sia
Kekuatannya silaturohim
Kerinduannya tegakkan syariat ALLAH
Kalau memang hak tujuannya maka sabar dan kasih sayang strateginya
Asma' ammanina cita-citanya tertinggi teragung syahid di Jalan ALLAH
Dan sungguh menarik kesibukannya ia hanya asyik memperbaiki dirinya tidak tertarik mencari kekurangannya aib orang lain
Hadirilah majelis-majelis dzikir, menikmati hidangan ALLAH terlezat "DZIKRULLAH"
Ustadz Arifin Ilham
RedZone, 310909_23:23
Anda Menyukai Artikel Ini ?
Fakta membuktikan, bahwa KESUKSESAN sejumlah besar orang hebat di dunia dalam setiap perjalanan hidupnya, pasti diperolehnya dengan mengalami sekali, dua kali bahkan berkali-kali "keberhasilan yang tertunda" yang tak terhitung banyaknya. Pepatah mengatakan : “Kegagalan adalah INDUK KESUKSESAN”.

Benar. "keberhasilan yang tertunda" adalah batu sandungan KEBERHASILAN, namun ia juga merupakan tangga menuju ke jalan KESUKSESAN. Oleh karena itu, kita jangan takut mengalami "keberhasilan yang tertunda" , setelah mengalami "keberhasilan yang tertunda" malah harus lebih giat lagi berjuang, mencari sumber dari "keberhasilan yang tertunda" tersebut, berusaha mencoba, mencari kunci dari "keberhasilan yang tertunda", begitu terus berusaha, suatu hari kelak pasti ada harapan berhasil.
Tokoh terkenal dunia Napoleon mengatakan, “Kemuliaan dalam kehidupan bukan terletak pada ketidakgagalan abadi, namun dapat bangkit kembali setelah jatuh. Seorang pecatur yang hebat, jika bukan mengalami pengalaman yang gagal, bertekad menyelidiki sumber penyebab kegagalan, menghayati pelajaran dari kegagalan, kemudian diperbaiki, mana mungkin bisa menjadi pecatur yang digembleng berkali-kali. Oleh karena itu, jangan membiarkan kegagalan menaklukkan kita.” Kalimat ini sangat dalam artinya dan layak kita renungkan.
"Keberhasilan yang tertunda" yang dialami oleh sejumlah besar orang bukan berarti jarak jalan keberhasilan mereka masih sangat jauh, melainkan sudah hampir tercapai, hanya saja mereka tidak mempunyai kesabaran berusaha berjuang lagi. Sebenarnya, "keberhasilan yang tertunda" sedang menguji kesempatan kita, orang yang cobaan kenyataan hidup akan menjadi orang yang SUKSES! Orang yang tidak tahan akan cobaan kenyataan hidup, selamanya adalah orang yang gagal.
sumber : tausyah Suplemen Pasca Kampus dengan sedkit perubahan!
SUKSES????
YEAH, SUCCESS IS MY RIGHT!!!!!!!
SUKSES atau gagal adalah pilihan. Andalah yang sangat berhak untuk menentukannya…
SALAM SUKSES SUPER DAHSYAT FULL SEMANGAT!!!
RedZone, Jakarta, 311209_06:07
Aisya Avicenna
Anda Menyukai Artikel Ini ?

Pukul 08.00 WIB … alhamdulillah sampai kantor juga setelah mengalami kejadian yang LUAR BIASA!!!! Mungkin akan saya ceritakan di catatan yang lain saja… emmm, judulnya “…… DI PENGHUJUNG 2009” (masih RAHASIA!!!). Kantor masih sepi, baru sekitar 5 orang yang datang… jadi memanfaatkan waktu dulu… dan fasilitas juga… bukan menyalahgunakan lho! Belum ada yang dikerjakan juga kok! Hihi… :D
Kejadian pagi ini memang menjadi sarana PEMBELAJARAN bagi saya!!!
Emmm, memang hakikatnya hidup ini merupakan rangkaian proses belajar dan menempa diri agar menjadi lebih baik senantiasa. Sungguh, begitu banyak hal dapat disarikan dari perjalanan detik demi detik kehidupan kita. Hal-hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar, kita keluarkan melalui lisan, semuanya bisa menjadi sesuatu yang sarat makna dan dapat memperkaya khazanah pengalaman kita untuk selanjutnya dijadikan modal bagi proses perbaikan diri, jika kita mau tentunya.
LITTLE THINGS MEAN A LOT. Ya! Banyak hal kecil yang sesungguhnya memiliki makna yang begitu besar, jika saja kita mau sedikit lebih memperhatikan, sedikit melihat lebih ke dalam, dan sedikit saja berpikir. Ketika kita hanya memandang sesuatu dengan cara biasa, semuanya akan tampak biasa-biasa saja, tidak ada yang istimewa, seakan memang demikianlah seharusnya. Ketika peristiwa-peristiwa yang kita temui atau kita jalani hanya lewat begitu saja, maka ia hanya akan menjadi masa lalu hampa nilai yang tidak dapat memberikan pengaruh apa-apa. Padahal jika kita mau sedikit menggali lebih dalam, mungkin tidak sedikit bekas-bekas berharga yang tertinggal di sana. Sebagaimana halnya mutiara, sebelum ada yang mengeluarkannya dari cangkang sang kerang, tidak ada yang dapat merasakan pancaran keindahannya.Menjadi pembelajar sejati, hal yang cukup sulit dilakukan. Seorang pembelajar sejati akan selalu mencoba mencari celah pembelajaran dari setiap kejadian yang dialaminya maupun kejadian yang dialami oleh orang lain. Sungguh menjadi orang seperti itu, yang senantiasa dapat memaknai hidup dari sudut positif, yang mampu melihat nilai-nilai yang belum tersingkap, serta mampu memunculkan keberhargaan walaupun begitu tersembunyi adanya. Siapa yang tahu di dalam cangkang kerang yang gelap tersimpan mutiara yang begitu indah jika tidak ada yang mencoba menyelam ke dasar lautan dan mendapatkannya. Ya, mutiara itu akan tetap ada, terlepas dari apakah ada yang berusaha membuka cangkang kerang tempatnya bersemayam atau tidak. Belajar, belajar, belajar, menunjukkan bahwa manusia benar-benar makhluk yang memiliki banyak kelemahan dalam dirinya. Belajar, merupakan bagian dari proses “MENYAYA” (hihi..kan biasanya MENG-AKU), menjadi saya, saya yang benar-benar saya, saya yang benar-benar dapat memberikan banyak manfaat bagi orang lain, semoga. Dan proses ini belum akan berhenti sampai ajal menjelang dan maut datang menjemput. Saat itulah baru dapat menunjukkan dan mengatakan, “Inilah saya, saya seutuhnya, saya yang sesungguhnya.”
AYO BELAJAR MENJADI PEMBELAJAR SEJATI!!!
Lantai 9 Gedung I Depdag, 311209_08:23
Aisya Avicenna
Anda Menyukai Artikel Ini ?

Dlam pertemuan itu, setiap sahabat menceritakan apa yang dialaminya dan Rasulullah SAW memberi tanggapan, pujian atas sikapnya, pengarahan yang sesuai atau meluruskan kesalahannya. Secara TEKNIS, Rasulullah SAW melakukan pola-pola PENDEKATAN yang INTENSIF kepada para sahabat dalam rangka MENCETAK KADER-KADER DAKWAH YANG HANDAL. Di antara pola pendekatan KADERISASI Rasulullah SAW itu adalah :
PERTAMA
Rasulullah SAW menumbuhkan suasana perkenalan antara para sahabat agar hubungan HATI antar mereka kian terikat serta tumbuh rasa cinta. Rasulullah SAW mengenal baik nama, keturunan, status sosial, dan karakter para sahabatnya. Rasulullah SAW juga kerap menanyakan keadaan para sahabat untuk lebih mengenal mereka. Itu sebabnya ketika ditanya tentang amal apa yang paling utama, Rasulullah SAW memberi jawaban yang sesuai dengan penanya. Rasulullah SAW mengatakan : “Demi Dzat yang diriku ada dalam kekuasaanNya, kalian tidak akan masuk surga sampai kalian berIMAN. Dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling MENCINTAI. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang bila kalian lakukan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian.”
Di atas kecintaan itu selanjutnya tumbuh KEIKHLASAN BERKORBAN, membela kepentingan bersama. Mereka mengamalkan sabda Rasulullah, “tidaklah beriman kalian sampai kalian mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
KEDUA
Rasulullah SAW menerapkan pola tafaqqud wa ri’ayah, selalu mencari informasi tentang para sahabat dan memperhatikan mereka. Rasulullah selalu menanyakan keadaan para sahabat, terlebih bila terasa ada sesuatu yang tidak biasa dari sahabatnya itu. Beliau pernah bertanya pada Abu Hurairah yang tidak tampak dalam majelis. Di saat lain ia merasa kehilangan atas meninggalnya seorang wanita tukang sapu masjidnya.
Bukan hanya bertanya tentang keadaan, Rasulullah SAW juga biasa memberi bantuan apa saja yang beliau miliki untuk memenuhi kebutuhan para sahabat. Dalam sabdanya, Rasulullah SAW mengatakan, “Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh mendzoliminya dan menyerahkannya pada musuh. Siapa saja yang memenuhi kebutuhan saudaranya yang muslim maka Allah akan memenuhi kebutuhannya. Dan siapa saja yang meringankan beban seorang muslim niscaya Allah akan meringankan bebannya pada hari kiamat. Siapa saja yang menutupi aib seorang muslim niscaya Allah akan menutupi aibnya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari & Muslim)
Sebagai manusia, para sahabat juga tidak terlepas dari kesalahan manusiawi. Bila itu terjadi, Rasulullah SAW meluruskannya dengan berbagai metode. Ada kalanya melalui sindiran, misal ketika ada sejumlah sahabat yang ingin melakukan ibadah secara berlebihan.
Kadang, Rasulullah SAW meluruskan para sahabat melalui celaan. Seperti dikisahkan Abu Dzar, “Aku telah memaki seseorang sambil menyebut nama ibunya, sampai membuatnya malu.” Kemudian Rasulullah SAW berkata padaku, “Wahai Abu Dzar, apakah engkau telah mempermalukan seseorang dengan menyebut nama ibunya? Sesungguhnya pada dirimu masih melekat sifat jahiliah.” (HR. Bukhari). Rasulullah SAW bersikap tegas lantaran Abu Dzar melakukan sikap yang sangat tercela. Sikap itu dapat memunculkan penyakit hatis eperti dengki, takabbur, merasa diri paling benar bahkan bisa melahirkan permusuhan.
Cara lain untuk meluruskan kesalahan para sahabat, Rasulullah SAW melakukan isolasi sementara seperti yang dilakukan kepada Ka’ab bin Malik yang tidak ikut perang Tabuk. Ia diisolasi selama 50 malam. Kisah Ka’ab mencerminkan bahwa orang yang bersalah akan merasakan kesalahannya secara langsung ketika kehilangan lingkungannya, sehingga perilakunya lurus kembali.

**
Begitulah para kader dakwah mendapatkan pendidikan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW sebagai pendidik mendapatkan gambaran yang utuh tentang objek dakwah yang dihadapinya. Mereka adalah kumpulan berbagai karakter manusia yang harus mendapatkan sentuhan yang berbeda dan tepat. Proses tersebut tak mungkun dilakukan kecuali lewat pendidikan yang intensif, terus-menerus dan dilakukan dengan penuh kecermatan.
Merekalah kader-kader utama yang di kemudian hari sukses memikul beratnya beban dakwah. Mereka pula yang telah berhasil melakukan konfrontasi terbesar melawan musuh-musuh Islam.
Betapa besarnya kecintaan Rasulullah SAW kepada mereka. Terbukti ketika terjadi perselisihan antara Khalid bin Walid dan Abdurrahman bin ‘Auf, Rasulullah SAW mengatakan kepada Khalid, “Wahai Khalid, jangan engkau usik para sahabatku. Demi Allah, seandainya kamu memiliki emas sebesar gunung Uhud kemudian kamu infakkan di jalan Allah, hal itu belum bisa menyamai seorang dari mereka.”
Akankah ini TERULANG lagi dalam sejarah PERJUANGAN ISLAM masa KINI??? (tarbawi,-red)
Dalam sebuah perenungan
RedZone, Jakarta, 311209_05:47
Aisya Avicenna
Anda Menyukai Artikel Ini ?
Orang yang VISIONER
akan selalu
menatap jauh ke depan.
Kejadian-kejadian (baik/buruk)
yang lalu
merupakan kepingan-kepingan
yang akan memberikan
keutuhan sebuah proses KESUKSESAN
ketika dikumpulkan
Kantor DEPDAG, 301209_17:10
Anda Menyukai Artikel Ini ?

RESENSI BUKU
Judul : Agar Ngampus Tak Sekadar Status
Penulis : Rabi’ah al-Adawiyah dan Hatta Syamsuddin
Penerbit : Indiva Publishing
Tahun Terbit : 2008
Tebal : 216 halaman
Manusia dibekali Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Pada dasarnya manusia mempunyai banyak potensi kecerdasan, hanya saja tidak semua manusia mampu mengelola potensinya tersebut dan menjadikannya sebagai bekal untuk sukses. Sukses adalah suatu pilihan. Banyak jalan untuk menuju kesuksesan. Salah satu jalan kesuksesan bisa ditempuh melalui dunia kampus dengan menyandang predikat sebagai mahasiswa. Dalam buku ini disajikan banyak pencerahan sebagai bekal untuk mengarungi dunia kampus mulai dari pemilihan fakultas di universitas yang sesuai dengan tipe kecerdasan dan minat bakat kita serta berbagai strategi sukses lolos ujian seleksi masuk Perguruan Tinggi.
Selain itu, di buku yang tidak begitu tebal ini juga diuraikan tentang tips memilih tempat kos. Memilih kos, bagi mahasiswa dari luar kota (rantau) menjadi suatu hal yang sangat penting karena kos akan sangat mempengaruhi dirinya. Memilih kos tidak hanya sekedar bagus harga dan fasilitasnya, tapi juga bagus kondisi lingkungan dan penghuninya. Kos juga menjadi media yang efektif untuk bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain yang memiliki karakter yang beragam. Kos tidak hanya sebagai rumah kedua yang digunakan untuk makan dan tidur, tapi juga sebagai tempat untuk mengasah dan membentuk pola pikir, kedewasaan, dan perilaku kita.
Buku ini juga membahas berbagai masalah yang sering dialami mahasiswa ketika mengawali kiprahnya di dunia kampus. Ketika sudah menjadi mahasiswa baru, biasanya digelar acara OSPEK. Akan tetapi, mahasiswa baru sering menilai bahwa OSPEK identik dengan kekerasan dan perploncoan. Memang, OSPEK seperti itu masih didapati di beberapa kampus, tapi banyak juga kampus yang mulai meninggalkan OSPEK seperti itu yang hanya terkesan sebagai ajang balas dendam dan senioritas. OSPEK yang edukatif, sarat muatan intelektual dan kreativitas tentunya akan lebih banyak mendatangkan manfaat.
HIDUP MAHASISWA!!! Dua kata sarat makna yang sering diteriakkan dengan semangat bergelora. Seorang mahasiswa mempunyai kedudukan yang istimewa dalam masyarakat terutama perannya sebagai agent of change (agen perubahan). Oleh karena itu, dibutuhkan mahasiswa yang tidak hanya berkutat di kampus, kos, dan kantin tanpa berkontribusi nyata, tapi mahasiswa yang unggul dalam berbagai bidang, baik bidang akademis maupun nonakademis, mahasiswa yang mempunyai nilai Indeks Prestasi (IP) tinggi dibarengi dengan keunggulan dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, mahasiswa yang berhasil mengembangkan soft skill-nya, serta mahasiswa yang mampu memposisikan dirinya sebagai problem solver (penyelesai masalah), bukan trouble maker (pembuat masalah).
Pada buku ini juga dituliskan bahwa ada yang harus berubah ketika kita berada di sebuah institusi pendidikan paling tinggi (Perguruan Tinggi). Salah satu hal yang harus kita ubah adalah makna belajar. Kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menjadi pembelajar ataukah menjadi pengumpul nilai. Seorang pembelajar akan sangat menghargai setiap hal yang didengar, dirasa, dan dipikirkan. Pembelajar tidak pernah merasa dirinya sudah “pandai”. Sebaliknya, seorang pengumpul nilai akan merasa “puas” jika berhasil mendapat nilai A atau B tidak peduli apakah untuk memperolehnya harus dengan kecurangan sekalipun. Nilai yang bagus tapi dengan proses yang tidak halal memberikan dampak yang tidak baik saat terjun di masyarakat, karena itu sebagai mahasiswa jangan hanya memburu nilai yang bagus. Segala sesuatu jangan hanya dilihat dari hasilnya tetapi lihatlah dari prosesnya.
Kampus tidak pernah sepi dari para aktivisnya. Orang-orang yang dalam perkembangannya menjadi mahasiswa memiliki ketertarikan untuk “berbuat lebih” dari sekedar memajukan diri sendiri lewat Indeks Prestasi (IP). Aktivis kampus, secara sederhana dapat diwakilkan pada orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung menceburkan dirinya pada organisasi-organisasi di kampusnya, baik internal (UKM, BEM, Dewan Mahasiswa, dll) dan eksternal (pergerakan mahasiswa, ormas, dan organisasi di luar kampus). Aktif di kampus akan mendatangkan banyak manfaat, antara lain dapat menambah teman, mencari pengalaman, sarana optimalisasi masa studi, tempat untuk mempertahankan idealisme serta mengubah cara berpikir, dan lain sebagainya. Dalam buku ini juga disertakan berbagai tips dalam memilih aktivitas di kampus yang sesuai dengan minat bakat kita. Selain itu, dalam buku ini juga terdapat tips dan trik kuliah di luar negeri juga daftar perguruan tinggi favorit. Dengan membaca buku ini, pembaca akan mendapat gambaran tentang keuntungan dan kelemahan kuliah di luar negeri serta cara agar bisa kuliah di luar negeri.
Buku ini sangat cocok dibaca oleh mereka yang akan maupun sedang kuliah di Perguruan Tinggi. Sayangnya, penulis buku ini kurang menggunakan bahasa tulisan yang komunikatif sehingga terkesan resmi dan kaku. Kupasan masalah yang hanya disajikan sekilas membuat pembaca tidak puas dan penasaran. Terlepas dari semua kekurangan yang ada dalam buku ini, penulisnya sudah berusaha memberikan yang terbaik bagi para pembaca. Semoga kehadiran buku ini mendatangkan manfaat besar bagi kita semua.
28 September 2008
Etika Suryandari
NB : Untuk Ustadz Hatta Syamsuddin, ini resensi saya... minta feedback ya! Tadz, bikin sayembara lagi dengan hadiah Buku "Muhammad is The Inspiring Romance"... nanti saya buat resensinya :D [berarti saya yg dapat bukunya ^^]
Anda Menyukai Artikel Ini ?
Selasa, 29 Desember 2009. Tiga hari terakhir di tahun 2009.
Bismillahirrahmanirrahiim…
Hari ini kumulai dengan ceria… senyum sapa pada semua orang!!!
Assalamu’alaykum. Wr. Wb… SELAMAT PAGI SEMUA!!!
APA KABAR ANDA HARI INI???
Kalau saya ditanya demikian, saya akan menjawab :
ALHAMDULILLAH...
LUAR BIASA DAHSYAT!!!
FULL SEMANGAT!!!
Semoga Anda juga demikian…
Biar semangat, backsongnya “Mengejar Mimpi”
Memang tak mudah untuk mengejar mimpi
Bila keteguhan tak ada di jiwa
Tetap tersenyum dan berdoa kepadaNya
Setinggi apa cita dan mimpimu
Yakinlah jika kau bisa meraih
Dunia menunggu suara kemenanganmu
Jelajahi… keindahan yang menjelma di hidupmu
Suara hati.. senantiasa kan berbunyi
Jadikan semangat tuk bermimpi
Mengejar mimpi… Mengejar mimpi…
Okey, saatnya mengumpulkan kembali semangat yang kemarin sempat “menguap”. Saatnya bergerak mewujudkan impian yang sudah ada di hadapan… Saatnya kembali melangkah mencetak sejarah… Saatnya memperbaiki diri untuk lebih BERPRESTASI!!!
Buat Fa’izzah Affanin (my best friend).. this song just for you…
Melompat Lebih Tinggi
Kita berlari dan terus kan bernyanyi
Kita buka lebar pelukan mentari
Bila kuterjatuh nanti kau siap mengangkat aku lebih tinggi
Seperti pedih yang telah kita bagi
Layaknya luka yang telah terobati
Bila kita jatuh nanti, kita siap tuk melompat lebih tinggi
Bersama kita bagai hutan dan hujan
Aku ada karena kau telah teripta
Kupetik bintang untuk kau simpan
Cahayanya tenang berikan kau perlindungan
Sebagai pengingat teman juga sebagai jawaban
Semua tantangan!!!
Sebelum waktu memisahkan detikku detikmu
Sebelum dewasa menua memisahkan kita
Degupan jantung kita akan selalu seirama
Bila kau rindu aku…
KUPETIK BINTANG UNTUK KAU SIMPAN….
[thankz a lot ya, friend!!!]
SELAMAT BERKARYA!!!
SELAMAT MENJALANI HARI INI DENGAN CERIA!!!
Jadi teringat lagunya WAYANG (zaman SD nih)
Kuhirup udara pagi
Bersama indah mentari
Kulalui hari ini
Dengan hati berseri
Akankah tercipta damai
Di dalam dunia ini
Akankah terjalin rasa
Saling peduli
Oh… damainya hatiku
Kala mentari
Bersinar lagi!!!
SALAM SUPER DAHSYAT
FULL SEMANGAT!!!
Wassalamu’alaykum Wr. Wb…
Jakarta, RedZone, 291209_05:06
Aisya Avicenna
Anda Menyukai Artikel Ini ?
28 Desember 2009
Ehm… hari ini cukup “berat” bagi Aisya. Banyak hal yang kemudian membuat semangatnya sedikit menguap saat keluar dari kantor kesayangannya (yang biasanya semangatnya 137x tinggal 73x… ^^). What happen with her??? Yang jelas bukan masalah kantor. Lalu apa??? Tanya aja sendiri. Nah lo… Aisya kan juga manusia… Sering UP, tapi juga bisa DOWN! Salah satu sebabnya mungkin akumulasi kerinduan pada keluarga tercinta, karena hari ini dia SMS-an dengan ayah ibunya tercinta serta FB-an dengan kakak dan saudari kembarnya tersayang.
***
Kopaja 502, 18:57
Dalam perjalanan dengan lambung yang sudah mulai perih karena belum makan nasi untuk buka puasa (tadi di kantor hanya minum segelas Aqua + makan secuil roti), Aisya mencoba merenungkan setiap kejadian yang ia alami hari ini… Istighfar berkali-kali… Aisya mencoba membangkitkan kembali semangatnya… tapi….
Galau!
Ia butuh seseorang untuk berbagi…
***
Komilet Jaya, 19:19
Fa’izzah Affanin (Tyo) : “Thicko…long time no curhat… gimana kerjamu???”
Cless… sahabat Aisya itu SMS di saat yang sangat tepat… Mungkin dia merasa ada yang “tidak beres” dengan sahabatnya yang satu ini. Dan akhirnya Aisya menceritakan semuanya pada Fa’izzah Affanin.
***
RedZone, 20:18
Fa'izzah Affanin : “Msh nangis ko? Terusin aja sepuasnya.. kalau butuh teman curhat, tenang aja ada aku disini, meski gak bisa ngasih solusi tapi aku selalu siap mendengarmu ^_^”
Aisya pun menjawab :”Aku dah ga pa2. Aku mau tidur saja. Tar biar bisa bangun tengah malam. Curhat dan nangis sepuasnya pada Allah…”
Ah Tyo, dia memang sahabat yang baik. Coba kalau Tyo ada di sampingnya… Makasih ya… batin Aisya menjelang tidur..
Dia pun jadi teringat nasyidnya Shaffix, Menangislah di Bahuku….
Kau datang padaku seperti biasa
Kusambut bahagia dengan tangan terbuka
Kau balas dengan senyum seadanya
Kutahu ada sesuatu yang berbeda
Kau hanya diam seribu bahasa
Hanya matamu yang coba berbicara
Bahwa saat ini hatimu terluka
Kautahu ku ada di sini untukmu
Coba tak berpedih menahan tegar di ujung mata
Hingga kaupun tak kuasa, berderailah air mata
Dalam pelukku kau curahkan semua
Menangislah!
Kadang manusia terlalu sombong tuk menangis
Lalu untuk apa air mata tlah dicipta???
Bukan hanya bahagia yang ada di dunia
Menangislah!
Di bahuku kau berikanku kepercayaan
Karena laramu adalah haru biruku
Karena aku adalah sahabatmu…
Menangislah! Menangislah!!!
Menangislah di bahuku ku di sini untukmu
Menangislah di bahuku karena kau sahabatku…
***
“Wahai Zat Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana, yang menguasai hari pembalasan, yang siksaanNya pedih tak terperi, yang karunia dan nikmatNya tak bisa dilukiskan dengan tinta dan pena manapun, yang kasih sayangNya tak berujung dan tak terbatas….
Sesungguhnya hamba tiada daya dan upaya tanpa campur tanganMu, Ya Allah…
Sungguh ampunanMu lebih aku harapkan… rahmatMu lebih aku dambakan…
Hamba meminta… Wahai Yang Paling Pengasih dari segala yang mengasihi, sungguh hamba yang lemah ini sedang gundah dalam risau hati, sedang terhujam rindu yang terakumulasi, dan hanya Engkau lah yang mampu mengobati… Hamba meminta dengan sesangat-sangatnya pinta… sungguh hamba terpisah ruang, jarak, dan waktu dengan KELUARGA hamba… Permintaan hamba hanya satu… Keinginan hamba hanya satu… Hamba menitipkan segala urusan mereka pada Engkau yang tidak pernah mengecewakan dan menyia-nyiakan barang titipan dari hambaNya yang berserah diri… Wahai Zat Yang Tidak Pernah Tertidur… Jawablah doa hamba dengan kehendakMu…. AAMIIN YA RABBAL ‘ALAMIN….”
***
Wahai pemilik nyawaku
Betapa lemah diriku ini
Berat ujian dariMu
Kupasrahkan semua padaMu…
Tuhan, baru kusadar
Indah nikmat sehat itu
Tak pandai aku bersyukur
Kini kuharapkan cintaMu
Kata-kata cinta terucap indah
Mengalir berdzikir di kidung doaku
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku
Butir-butir cinta air mataku
Teringat semua yang kau beri untukku
Ampuni khilaf dan salah selama ini
Ya Illahi…
Muhasabah cintaku…
Tuhan, kuatkan aku
Lindungiku dari putus asa
Jika ku harus mati
Pertemukan aku denganMu…
(Backsong : Muhasabah Cinta_Edcoustic)
Jakarta, RedZone, 291209_04:14
Aisya Avicenna





